Ketika teman-teman yang lain studytour ke Bali, aku karena ga ada ongkos jadi studytour sendiri ke Jogja bersama teman jomblo yang lain *ups.
Berangkat dari rumah udah lumayan gasik diampiri sama Andri. Terus ujan-ujan lari-lari ngejar-ngejar bis yang lewat. Udah naik bis nih, tinggal nunggu Nana sama Budi naik. Karena saking rempongnya takut mereka berdua ketinggalan, orang-orang mungkin menyangka kami anak desa yang baru sekali naik bis. Dibuat rempong juga gara-gara Faiz susah dihubungi *loh*, lah iya, Faiz katanya mau ikut tapi dihubungi susah dan akhirnya ditinggal.
Di bis Andri rempong lagi karena mikirin kereta pramex, takut ketinggalan gitu. Tapi, sampainya di Kutoarjo, ternyata.. Pramex baru berangkat jam 09.40, padahal kami udah di situ dari jam 07.30. Luar biasa, lama sekali nunggunya. Ternyata juga di kereta kami ketemu Jojo dkk, ah sayang sekali Faiz gajadi ikut.
Setelah beberapa jam kemudian, kereta berangkat. Di kereta berasa berisik gara-gara ada segerombol anak cewe ngobrol dengan cetar. Masa bodo sih, yang jelas aku tidur lumayan nyenyak di kereta.
Kereta sampai di stasiuuuun?? stasiun apasih namanya, yang deket bandara Adi Sucipto itulah. Turun dari kereta langsung jalan dan naik trans Jogja. Walaupun udah sering naik angkot tapi kan jarang juga naik trans Jogja, pertama kali malah, jadi beda aja gitu. Naik trans Jogja berhenti di Amplaz. Lanjut beli tiket buat nonton "Bangun Lagi Dong Lupus". Karena filmnya dibuka jam 13.40, lanjut jalan-jalan deh ke Gramedia, tapi cuma liat-liat sih. Terus mau solat nih, eh gatau mushola di mana, cuma ngikut-ngikut bapak-bapak naik lift, eh gila emang anak desa, naik lift pusing dan ga ngerti. Akhirnya daripada bingung tanya deh. Abis solat lanjut nonton, yap ini adalah pertama kalinya aku nonton bioskop. Nonton sampe jam 15.30 lah, lanjut cari makan di Malioboro. Jadi, di Amplaz itu cuma naik turun lift, eskalator, nonton dan liat-liat dan itu semua like orang bingung. Tapi yang penting kita happy.
Habis makan di Malioboro, tinggal bingung pulangnya, soalnya trans Jogja penuh terus, gatau arah, dan benar-benar buta arah. Akhirnya dengan cara tanya ke sana ke sini, ke tukang becak, ke tukang parkir, ke tukang ojek, akhirnya kami naik angkot ke arah Gamping terus lanjut pulang deh. Yaa.. sampe rumah sekitar jam 22.00.

Banyak ! Ga sih ga banyak, hanya sebagian besar, ada orang-orang yang ngomong "Apalah arti sebuah nama?". Jujur, ga tau makna pasti dari kalimat/pertanyaan itu. Yang jelas nama itu penting banget buat aku. Coba deh sekarang thinking, kalo orang ga punya nama kan bingung gitu kita mau panggil dia siapa, kl seandainya punya nama juga kadang pada manggil pake nama paraban, kaya : "heh", "woy", atau apapun. Biasanya nama-nama yang bagus-bagus malahan diganti dengan gampangnya pake nama yang ga nyambung.
Nama kita itu udah disiapin dengan penuh arti oleh orang tua kita.



Eka : pertama
Diana : ditakdirkan ada
Permatasari : sesuatu yang berharga

Jadi, secara keseluruhan arti namaku itu : Anak pertama yang memang ditakdirkan untuk ada dan menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi orang tua.
Sekilas sih tentang sebuah nama. :))
Berawal dari obrolan ngalor ngidul, mendadak ada satu pertanyaan "sebenernya pulsa itu apa dan bentuknya gimana?"
Karena aku penasaran, aku search di google dan dapet info :

"Pada dasarnya tidak ada yang berbayar di dunia ini. Kalau ingat pertama kali alat komunikasi ditemukan. Apakah si penemu memakai PULSA? Pulsa ada setelah pembagian 2 area (yang disebut negara) setelah PD II. The Winner PD II yang menjadi 'stabilisator dunia', tersebutlah WTC atau terciptalah mata uang yang semua dinasionalisasi dan ter-matrix-sasi yang berbentuk data-data yang mempunyai relasi dengan keberadaan SATELIT di atas atmosfer kita.
Maka dari itu Paman SAM & UniSoviet berebut lapak non-udara ini. Salah satu alasannya adalah KOMODITAS Masa Depan. Maka dari itu pula kalau "beberapa" merek HP kalau dibawa keluar negara yang bersangkutan, kadang tidak 'connecting people', karena satelit yang bertugas mengCONVERT area.
begitu pula 'domino effect' --- tidak akan pernah ada --- negara-negara miskin menjadi maju karena ketergantungan pada "sang semang" penguasa yang mengasosiasikan diri sebagai The One."

Sebenernya agak ga ngerti juga sih! Nah, akhirnya aku search lagi...

"PULSA adalah media penghubung untuk komunikasi, baik komunikasi jarak dekat maupun jarak jauh. Komunikasi tersebut bisa via telfon maupun SMS (Short Message Service)."

Tapi itu juga belum bisa menjawab pertanyaanku... -__-
All of this 'make me confuse'  karena sampai detik ini saya masih bingung, bagaimana bentuk pulsa ???


Hello...
Do you have friends? I am sure, all of you have friends. Mean friends for me is amazing. Yes, amazing, because friend can make me happy. I can tell about my problems or my opinion or my life to my friend. And if I tell about my problems, my friend will give me solution. I will feel happy and comfort if there is my friend. When I have any problem, and then my friend come to me, I will smile and forget my problem. 


just that........... :)
Aku share ini ya...
Jadi, tanggal 8 Desember 2012 tepatnya jam 08.00, kita rombongan berangkat ke Pare, Kediri, Jawa Timur. Sekitar jam 3 pagi, kita berhenti di restoran dan terjadilah --> bisnya mogok dan harus didorong. Perjalanan sekitar 12 jam, melawati hutan kayu di Ngawi dan akhirnya sekitar jam 7pagi sampai di depan camp. Masuk camp, langsung illfeel, ...


Ngeliat camp-nya kaya gini rasanya itu pengin cepet pulang, tapi "be patient" aja deh, di sini niatnya mau menuntut ilmu kan. Acara selanjutnya opening ceremony di Pyramid 1...


Everyday, isinya cuma belajar bahasa Inggris, sempet ngerasa bosen sih, tapi dibuat happy aja, santee... Belajarnya itu pronunciation bersama Mr.Tom, debate bersama Mr.One, grammer bersama Mr. Chiku, vocab bersama Mr. Yumor dan speaking bersama Mr. Jack. Belajarnya dari jam 6pagi sampe jam 9malem + diselingi istirahat. Engga cuma belajar English tapi juga happy-happy-an sambil nyanyi English. Pas udah hari-hari terakhir seneng banget bisa liburan bareng.

wisata Gunung Kelud

wisata monumen....
 
Yaa, itu sekilas story in Pare, pas saatnya pulang ke Kebumen rasanya itu masih pengin ditunda, tapi mau gimana lagi, semoga suatu saat nanti ada kesempatan lagi..