BROADCASTING  
Broadcasting adalah proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit, radio, televisi dan media lainnya.
 Pendidikan broadcast meliputi :
1.Presenter
2.Kameramen
3.Wartawan media
4.Dunia perfilman, seperti: sutradara, produser, editing dll.
  Peluang-peluang kerja yang dimungkinkan berdasarkan konsentrasi, antara lain:
1. Presenter
2. Master of Ceremony
3. Reporter Radio televisi
4. Anchor
5. Script Writer
6. Creative Program Radio, Televisi, dan Production House
7. Konsultan Media
8. Penulis Skenario dan Sutradara 
SEJARAH PENYIARAN RADIO DI INDONESIA
  Perkembangan penyiaran radio di Indonesia diawali pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1925 oleh Prof. Komans dan Dr. De Groot yang berhasil melakukan komunikasi radio dengan menggunakan stasiun relai di Malabar, Jawa Barat. Peristiwa ini kemudian diikuti dengan berdirinya Batavia Radio Vereniging dan NIROM. Penyiaran radio di Indonesia dimulai dengan berkembangnya radio amatir yang menggunakan perangkat pemancar radio sederhana yang mudah dirakit. Tahun 1945, Gunawan berhasil menyiarkan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan menggunakan perangkat pemancar radio sederhana buatan sendiri. Pada tahun 1966, mengudara radio Ampera yang merupakan sarana perjuangan kesatuan-kesatuan aksi dalam perjuangan orde baru.
Pada tanggal 11 September 1945, rapat yang dihadiri oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang sepakat mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI). Rapat juga sepakat memilih Dokter Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama.
 .Menjadi seorang penyiar radio diperlukan sifat / karakteristik antara lain:
1. DJ As Sales Person
2.
Penyiar sebagai Sahabat Pendengar
3. Pendengar : Orang Kedua Tunggal 
4. Personality Lebih Penting dari pada Suara yang Bagus
Dalam produksi siaran radio terdapat proses pemancaran sinyal frekuensi audio dengan menggunakan gelombang radio. Gelombang dengan frekuensi radio ini, disebut gelombang pembawa (carrier wave). Amplitudo dan frekuensi gelombang dapat berubah-ubah menurut irama sinyal yang hendak disiarkan. Perubahan amplitudo ini disebut dengan modulasi.
Tiga komponen utama dalam pemancar radio :
1. Mikropon
2. Rangkaian pemancar
3. Antena
Proses kerja rangkaian pemancar disebut sebagai modulasi (perpaduan gelombang radio dan gelombang audio). Penggabungan frekuensi radio (RF) dengan frekuensi audio (AF) dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sistem AM (amplitudo modulation) dan sistem FM (frequency modulation). Sistem AM menghasilkan sinyal RF yang amplitudo-nya selalu berubah-ubah namun frekuensinya tetap. Sistem FM menghasilkan sinyal RF yang frekuensi berubah-ubah namun amplitudonya tetap.
Sekarang ini udah banyak banget bahasa remaja, mulai dari yang sedikit alay sampe yang alay banget. Ini nih ada kata baru lagi --> "miapah, cungguh, ciyus" .. Pertama kali tau kata ini sumveh aku ga ngerti artinya. Setelah dicari tau ternyataa .......................--

miapah --> demi apa

cungguh --> sungguh

ciyus --> serius...

Menurutku mandan alay, tapi lucu juga koh nek lagi ngobrol ditambahin kata kaya gitu. Kata itu entah dari mana datangnya, tiba-tiba aja temen-temen pada ngomong kaya gitu terutama di twitter, karena banyak yang ngomong gitu jadi kebiasaan ikut ngomong itu jugaa...

Sebuah karya dari kelas X.6 terciptalah sebuah "pergelaran" --> Retro Mania. Drama musikal dengan tema pendidikan karakter. Teks drama original tulisan Rizqi Karomatul Khoiroh dengan sedikit editing. Persiapan dilakukan dengan semaksimal mungkin sampai ada tangisan air mata, kemarahan, keegoisan, pengorbanan, usaha keras dan k e b e r s a m a a n menghasilkan sebuah karya yang insyaAllah membanggakan.

"Di awali dengan ansamble musik Laskar Pelangi"
   
<-- Backsound by Sinang












 Drama Musikal



Ansambel gitar by Irwan, Munif, Bujung -->



<-- Adegan drama










Baru saja berakhir,
hujan di sore itu, menyisakan keajaiban
kilauan indahnya pelangi..

-End- :)
Dalam hitam gelap malam ku berdiri melawan sepi
Di sini di pantai di telah terkubur sejuta kenangan
Terhempas keras gelombang dan tertimbun batu karang
dan takkan mungkin dapat terulang

Wajah putih pucat pasi tergores luka di hati
Matamu membuka kisah, kasih asmara yang telah tergoda
Hapuskan semua hayalan
Lenyapkan satu harapan
Ke mana lagi harus mencari
Kau sadarkan sejenak beban diri
Kau taburkan perih kasih hanyalah emosi

Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi
Terlelap dalam lautan emosi
Setelah aku sadar diri kau tlah jauh pergi
Tinggalkan mimpi yang tiada bertepi

Kini hanya rasa rindu merasuk di dada
Serasa luka melayang pergi
Terbawa arus kasih membara

Ini kerajinan barang-barang bekas kelas X6 (2011/2012) SMA N 1 Kebumen, cuma beberapa yang ada di sini..
Tempat Tisu
(Andri Septi Utami & Eka Diana Permatasari)

Tempat Alat Tulis
(Novita Arumsari & Yulina Masyrifatun Nisa)


Mobil mobilan
(Egy Adhitama & Yan Kurnia Syaban)

Robot robotan
(Aji Nurahman & Akhmad Affan Hakim)

Miniatur Kota
(Hasna Okta Asyrofi & Ulima Nurina Sutrisno)

Tempat Tisu
(Cahyaningtyas Kusumastuti & Zunamilla Khairia)